Langsung ke konten utama

# PEMIKIRAN MH TAMRIN LAYAK MENJADI CONTOH ANAK BETAWI

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berharap kepada generasi muda Betawi meneladani apa yang diperbuat MH Thamrin.

"Pemikiran dan perjalanan MH Thamrin layak dijadikan tauladan bagi generasi penerus Bamus Betawi saat ini," kata Bang Fauzi-sapaan akrab Fauzi Bowo saat acara seminar nasional Pra musyawarah besar (Mubes) Badan Musyawarah (Bamus) Betawi dengan tema "Membedah Pemikiran Progresif MH THamrin", Kamis (10/1).

Menurut Bang Fauzi, para penerus di Bamus ini juga tidak harus fokus pada pembangunan Jakarta saja, tetapi kalau bisa lingkupnya lebih global lagi.

"Semangat MH Thamrin yang sangat besar dalam merintis kemerdekaan bangsa jangan memudar pada generasi muda sekarang. Seharusnya, apa yang diperbuat menjadi inspirator bagi pemuda sekarang," terangnya.

Dalam sosok Thamrin, kata Bang Fauzi, banyak unsur yang dapat dipelajari, misalnya saja kesederhanaan seorang pemimpin untuk menuju kemerdekaan. "Memang jaman perjuangan dulu tidak sama dengan sekarang, namun kita masih bisa meneladani perilaku Thamrin sebagai seorang pemimpin yang rendah hati," ujarnya.

Bang Fauzi dalam kegiatan ini juga menyinggung peran masyarakat Betawi dalam mengentaskan kemiskinan yang masih kurang. Padahal, rata-rata warga Betawi di Jakarta berpendidikan tinggi.

"Kemiskinan hanya bisa diberantas dengan pola pikir yang maju. Data pilkada lalu, sebagian besar warga Jakarta banyak yang berpendidikan sarjana tetapi sedikit yang berpikiran maju," tegasnya.

Padahal, lanjut Bang Fauzi, buyut Betawi mengajarkan pendidikan pada anak-cucu Betawi agar mereka bisa menjadi panutan bagi orang lain. "Dulu buyut kita lebih menekankan pada pendidikan agama, makanya sampai sekarang anak Betawi banyak yang pintar mengaji. Modal pendidikan agama ini harus menjadi pedoman dalam menempuh pendidikan tinggi lainnya, jangan malah diabaikan," katanya.

Lebih lanjut Bang Fauzi bergarap, ke depannya, para penerus Bamus Betawi bisa memberikan sumbangan pemikiran dalam membangun bangsa karena masa depan bangsa berada di pundak generasi muda.

"Orang Betawi tidak hanya menjadi jago kandang, tapi menjadi tokoh terkemuka dalam forum-forum nasional maupun internasional," pungkasnya.

Perlu diketahui, sosok Muhammad Husni (MH) Thamrin yang merupakan salah satu pahlawan nasional dan putera Betawi menginsiprasikan berbagai pihak untuk berjuang demi kemerdekaan. Perjalanan hidup dan pemikiran Thamrin yang sarat makna ini patut dijadikan teladan bagi generasi muda Jakarta.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

FORKABI SIAP BERJIHAD BERSAMA CAGUB DKI 2017 BILA BERSANDING DENGAN NACHRAWI

FORKABI SIAP BERJIHAD BERSAMA CAGUB DKI 2017 BILA BERSANDING DENGAN NACHRAWI  jakarta 09/09/2016 tmsuaraforkabi. Syamsudin Marwan awak media Suara Forkabi mengungkapkan hasil safari keliling wilayah ,seluruh kader Betawi khususnya kader Forkabi menginginkan dan siap berjihad bilamana Bang Nara panggilan akrab Nachrawi maju dalam pilkada 2017. Hal ini cukup berlasan karena tokoh kita ini telah mempunyai segudang pengalaman akan Mampu memimpin DKI Jakarta yang lebih baik.anggota Forkabi adalah kader yang militan mempunyai intelektualitas yang tinggi dan tingkat loyalitas yang tidak diragukan lagi. “Seluruh instrumen alat perjuangan yang di miliki Forkabi akan bekerja keras dan maksimal untuk memenangkan” jelas pria yang biasa disapa bang Udin di kawasan Senopati. Seluruh anggota Forkabi sangat yakin jakarta akan lebih kondusif dan maju bila Nachrawi dipercaya memimpin ibukota. Forkabi telah memiliki jaringan dan kepengurusan sampai tingkat RT/RW ,mempunyai ja...

# Si Pitung Perampok atau Pemberontak?

Si Pitung Perampok atau Pemberontak? Oleh Ridwan Saidi Si Pitung selama delapan tahun (1886 – 1894) telah meresahkan Batavia. Penasehat pemerintah Hindia Belanda urusan Bumiputera Snouck Hurgronje mengecam habis-habisan kepala polisi Batavia Schout Hijne yang tak mampu menangkap Pitung. Hurgronje menganggap amat keterlaluan kalau seorang Eropa seperti Hijne sampai harus berdukun untuk dapat menangkap Pitung. Hurgronje menganggap kepala polisi ini sangat tidak terpelajar yang tak mampu memperhitungkan kehadiran alat transportasi baru, kereta api, yang dengannya Pitung dapat hilir mudik. Lebih menggusarkan lagi Pitung dapat meloloskan diri dari penjara Meester Cornelis ketika tertangkap pada tahun 1891. Tidak hanya itu, di luar penjara Pitung masih sempat membunuh Demang Kebayoran, yang menjadi musuh petani-petani Kebayoran dan telah pula menjebloskan saudara misan Pitung, Ji’ih, ke penjara dan kemudian dihukum mati. Margriet van Teel dalam laporan penelitiannya tahun 1984 sebagaimana di...

Cinta Yang Royal Sendi x sent