Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

DUIT BETAWI

DUIT BETAWI Oleh Chairil Gibran Ramadhan WAJAH BETAWI TAHUN 2009 ini pemerintah kita mengeluarkan uang kertas baru dalam pecahan nominal Rp. 2000. Bagus warnanya, bagus kertasnya, bagus tampilannya. Ada wajah Pangeran Antasari di bagian muka dan tarian adat Dayak di bagian belakang. Kita pun akhirnya menyadari bahwa nominal yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di negeri ini semakin tinggi saja standarnya. Hingga awal dekade 1990-an, kita masih mengenal uang logam Rp. 50 sebagai nominal terkecil (oleh orang Cina, Betawi dan Jakarta disebut “gocap”). Waktu itu, dengan uang sejumlah itu kita masih bisa membayar untuk satu gorengan: Singkong goreng, ubi goreng, atau bakwan. Adapun uang logam Rp. 25 sudah tidak terlihat namun masih memiliki nilai bayar—minimal seharga satu buah permen dan biasanya orang membeli 2 atau 4 permen sekaligus. Sebelumnya pada awal dekade 1980-an, nominal terkecil adalah Rp. 5 dan Rp. 10 (oleh orang Cina, Betawi dan Jakarta disebut “gotun” dan “captun”),...

# Jagoan Versus VOC

Jagoan Versus VOC By Alwi Shahab Jakarta sejak awal abad ke-19 syarat dengan jagoan atawa jawara. Ketika itu, di tiap kampung terdapat sejumlah jagoan. Jagoan dari kata Portugis jago. Maklum, negara di Eropa Selatan ini adalah pedagang dari Eropa pertama yang datang ke Sunda Kalapa. Jauh sebelum Belanda dan bangsa Barat lainnya. Portugis telah datang ke daerah ini sejak Sunda Kalapa berada di bawah kekuasaan Pajajaran (Hindu) yang berpusat di Pakuan (Bogor). Kala itu, Sunda Kalapa begitu terkenal. Berbagai komoditi dari seluruh kerajaan dikumpulkan di Bandar Sunda Kalapa. Tom Pires, seorang petualang, ketika itu menyebutkan, dalam perdagangan dipergunakan mata uang (logam) yaitu cash dari Cina. Uang-uang tersebut dilubangi di tengahnya seperti caiti, sehingga dapat diikat dengan benang dalam jumlah ratusan. Naskah Sang Hyang Siksakandang Karesian menyebutkan ada lapisan masyarakat yang terdiri dari berbagai kelompok ekonomi, rohani dan cendekiawan, alat negara, dan seniman. Dalam naska...

# JANGAN LUPAAIN ANAK BETAWI

Jangan Lupakan Betawi Pada peringatan Maulid Nabi di Jakarta Islamic Centre (JIC) hari Senin, 9 Maret 2009, dalam sambutannya, dr. H. Djailani selaku kepala BP JIC menyampaikan kerisauannya terhadap banyaknya penulisan sejarah Islam di Indonesia yang tidak mengangkat Betawi. Beliau mencontohkan buku berjudul Menjadi Indonesia: 13 Abad Eksistensi Islam di Bumi Nusantara yang merupakan kumpulan tulisan dari para sejarahwan dan cendikiawan muslim terkemuka di Indonesia. Di buku tersebut, tidak satu pun dari penulis yang mengulas tentang sejarah dan perkembangan Islam di Betawi dan pengaruhnya dalam pembentukan Indonesia modern. Ketiadaan ini bisa dimaklumi karena mungkin data yang dimiliki oleh para penulis tersebut sangat minim atau memang refrensi tentang Islam di Betawi yang beredar masih sangat sedikit dan kurang layak untuk dijadikan rujukan oleh mereka. Padaha tempat di mana etnis Betawi tinggal, Sunda Kelapa atau Batavia, merupakan sentra pemerintahan kolonial di Indonesia, temp...

# Nama-nama Betawi yang di ‘Barat’ kan

Nama-nama Betawi yang di ‘Barat’ kan Show Much Bean Much Say Knee (Somad Bin Mat Sani) Man Sure Give Brain (Mansur Gibran) And Tounge Bean Say Neap (Entong bin Sanip) Much Pay Cee (Mat Peci) Judge Free Bean Say Far (Jupri bin Safar) Say The Lee (Sadelih) Row Jay Lee (Rojalih) Mare Judge Kee (Marjukih) More Say Knee Bean Tea Rodge Jack (Mursanih Binti Rojak) Know Noon Bean Tea Bow Old (Nunung Binti Bo’o) Much Row Jea (Matroji) Row High Yeah (Rohaye) Rodge Jack Bean Mare Bune (Rojak bin Marbun) You Dean Pay Tooth (Udin Petot) Seat Tea Mare Foo A (Siti Marfu’e) Seat Tea Eye Say (Siti Aise) Dash You Kee (Dasukih) Bank Dean Knee (Bang Danih) Duch Land (Dahlan) Make More (Makmur) Show Lea Keane (Solikhin) Zoo Lay High (Zulekha)

# NAMA ASLI SIPITUNG

Name asli dari SI PITUNG Name asli dari SI PITUNG...SEBUTAN LAEN : BABE adalah:RADEN MUHAMMAD ALI BIN RADEN SAMIRIN BIN RADEN ABDUL KHADIR BIN PANGERAN RADEN JIDAR (NITIKUSUMA KE-5) Beliau lahir di petunduan palmerah pada tahun 1874 dan wafat pada tahun 1903 di bandenagan utara kecamatan penjaringan-JAKARTA,Beliau termasuk pahlawan BETAWI dalam melakukan perlawanan terhadap tuan-tuan tanah Cina dan Belanda. Dalam perjuangannye si Pitung selalu menggunakan silatnye untuk Amarmakruf nahi munkar nyang berarti mengajak orang ke jalan kebaikan dan mencegah kesesatan.Jagoan BETAWI nyang sebenarnye JAGO punye sifat: jujur,tidak takabur,berbudi pekerti baik,peka terhadap penderitaan orang lain. Memang jagoan-jagoan betawi ade juge nyang jahat yaitu jagoan-jagoan bayaran yang di sewa untuk membela tuan-tuan tanah dan penjajah belande,jagoan-jagoan ini doyan kekerasan biasanye di panggil Si tukang kepruk. Jagoan-jagoan ini tidak lagi mempergunakan ilmu kesaktian dan bela dirinya untuk mencapai k...

BETAWI TIONGHOA

Orang Tionghoa sudah lama sekali berada di Jakarta. Pada waktu Belanda pertama kali menginjakkan kaki di bumi Jayakarta di sana sudah ada pemukiman Tionghoa di muara sungai Ciliwung. Ini menunjukkan bahwa hubungan yang sangat baik antara etnik yang di kemudian hari dikenal sebagai etnik Betawi dengan etnik Tionghoa sudah berlangsung sangat lama, jauh sebelum datangnya bangsa-bangsa Barat ke Nusantara. Orang-orang Tionghoa yang datang ke Jawa umumnya berasal dari propinsi Hokkian bagian selatan (Ban-lam). Yang dimaksud dengan Hokkian selatan ialah wilayah sekitar Ciangciu (Zhangzhou), Emui (Xiamen) dan Coanciu (Quanzhou) Maka dari itu secara umum pengaruh Tionghoa yang masuk ke dalam budaya Betawi adalah budaya Hokkian selatan, bukan dari bagian lain negeri Cina. Bahwasanya budaya Hokkian selatanlah yang sangat besar pengaruhnya tampak dari istilah-istilah Hokkian selatan yang sampai sekarang masih dikenal di kalangan Tionghoa peranakan dan sebagian telah masuk ke dalam kosa kata bahasa...

# PAHLAWAN BETAWI

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, yang diundang untuk memberikan sambutan mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberi perhatian kepada tokoh Betawi masa lalu yang memang layak untuk diperjuangkan sebagai pahlawan nasional. Namun banyak di antara mereka yang sebenarnya pantas untuk diperjuangkan mendapat gelar tersebut, tetapi karena terkendala oleh minimnya informasi tentang profil dan kiprahnya yang lebih luas dan terdokumentasikan secara utuh menjadi sulit untuk diperjuangkan. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga, pahlawan diartikan sebagai orang yang menonjol karena keberanian dan pengorbanannya dalam membela kebenaran; pejuang yang gagah berani. Sedangkan gelar Pahlawan Nasional Indonesia, menurut Kamus Wikipedia Indonesia, diberikan oleh Pemerintah Republika Indonesia kepada mereka yang berjasa kepada Negara Republik Indonesia dan mereka yang berjuang dalam proses untuk kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Untuk memenuhi kriteria menjadi Pahlawan Nas...

# PEMIKIRAN MH TAMRIN LAYAK MENJADI CONTOH ANAK BETAWI

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berharap kepada generasi muda Betawi meneladani apa yang diperbuat MH Thamrin. "Pemikiran dan perjalanan MH Thamrin layak dijadikan tauladan bagi generasi penerus Bamus Betawi saat ini," kata Bang Fauzi-sapaan akrab Fauzi Bowo saat acara seminar nasional Pra musyawarah besar (Mubes) Badan Musyawarah (Bamus) Betawi dengan tema "Membedah Pemikiran Progresif MH THamrin", Kamis (10/1). Menurut Bang Fauzi, para penerus di Bamus ini juga tidak harus fokus pada pembangunan Jakarta saja, tetapi kalau bisa lingkupnya lebih global lagi. "Semangat MH Thamrin yang sangat besar dalam merintis kemerdekaan bangsa jangan memudar pada generasi muda sekarang. Seharusnya, apa yang diperbuat menjadi inspirator bagi pemuda sekarang," terangnya. Dalam sosok Thamrin, kata Bang Fauzi, banyak unsur yang dapat dipelajari, misalnya saja kesederhanaan seorang pemimpin untuk menuju kemerdekaan. "Memang jaman perjuangan dulu tidak sama dengan sekara...

# Si Pitung Perampok atau Pemberontak?

Si Pitung Perampok atau Pemberontak? Oleh Ridwan Saidi Si Pitung selama delapan tahun (1886 – 1894) telah meresahkan Batavia. Penasehat pemerintah Hindia Belanda urusan Bumiputera Snouck Hurgronje mengecam habis-habisan kepala polisi Batavia Schout Hijne yang tak mampu menangkap Pitung. Hurgronje menganggap amat keterlaluan kalau seorang Eropa seperti Hijne sampai harus berdukun untuk dapat menangkap Pitung. Hurgronje menganggap kepala polisi ini sangat tidak terpelajar yang tak mampu memperhitungkan kehadiran alat transportasi baru, kereta api, yang dengannya Pitung dapat hilir mudik. Lebih menggusarkan lagi Pitung dapat meloloskan diri dari penjara Meester Cornelis ketika tertangkap pada tahun 1891. Tidak hanya itu, di luar penjara Pitung masih sempat membunuh Demang Kebayoran, yang menjadi musuh petani-petani Kebayoran dan telah pula menjebloskan saudara misan Pitung, Ji’ih, ke penjara dan kemudian dihukum mati. Margriet van Teel dalam laporan penelitiannya tahun 1984 sebagaimana di...

#TARI COKEK

Tari Cokek berkembang di daerah Betawi pada abad ke-19. Mulanya pertunjukan cokek ditarikan di rumah juragan-juragan atau tuan tanah untuk menghibur tamu yang datang. Kemudian, tari cokek berkembang menjadi tari pergaulan. Pada masa kini, tari cokek sering dipertunjukan dalam acara hajatan seperti perkawinan, sunatan, dan lain-lain. Tari cokek model baru memberi pesan pentingnya pergaulan yng baik dalam masyarakat. Asal-muasal kata cokek dapat dijelaskan melalui dua versi. Versi yang pertama adalah karena tarian ini diperkenalkan oleh seorang tuan tanah asal Cina yang bernama Tan Sio Kek. Versi kedua menjelaskan bahwa kata Cokek berasal dari bahasa Hokkian, yaitu Cio Kek, yang artinya penari perempuan. Bahasa Hokkian memang banyak digunakan oleh para perantau Cina di Betawi karena memang banyak dari mereka yang berasal dari daerah Hokkian. Daerah Hokkian merupakan salah satu provinsi di Negara Cina. Dalam perkembangannya, para penari Cokek disebut sebagai Wayang Cokek. Jumlah penari Co...

TOKOH BETAWI PROTES SINETRON YANG LECEHKAN BUDAYANYA

TOKOH BETAWI PROTES SINETRON YANG LECEHKAN BUDAYANYA Depok -- Pemimpin Lembaga Kebudayaan Betawi dan tokoh masyarakat harus memprotes stasiun televisi yang menayangkan sinetron yang melecehkan budaya Betawi. Permintaan itu disampaikan Ali Shahab dalam seminar bertema "Betawi dan Jakarta: Tinjauan Budaya" yang diadakan di kampus Universitas Indonesia kemarin. Menurut Ali, sutradara film dan sinetron, LKB harus proaktif dan segera meminta stasiun televisi menghentikan tayangan tersebut. Ali Shahab yang menjadi Ketua Betawi Intellectual Network menyebut sejumlah sinetron yang masuk kategori di atas, antara lain Kecil-kecil Jadi Manten (RCTI), Norak tapi Beken (SCTV), dan Bajaj Bajuri (Trans TV). Dia mengaku risi dengan peran yang dimainkan Sukma Ayu dalam Kecil-kecil Jadi Manten, sebagai perawan Betawi yang menggunduli kepalanya. "Apalagi perawan ini diceritakan tekdung (hamil) di luar nikah akibat pergaulannya dengan pacarnya yang banci," katanya. Lalu, dalam sinetron...

silat golok siliwa betawi