DUIT BETAWI Oleh Chairil Gibran Ramadhan WAJAH BETAWI TAHUN 2009 ini pemerintah kita mengeluarkan uang kertas baru dalam pecahan nominal Rp. 2000. Bagus warnanya, bagus kertasnya, bagus tampilannya. Ada wajah Pangeran Antasari di bagian muka dan tarian adat Dayak di bagian belakang. Kita pun akhirnya menyadari bahwa nominal yang berlaku sebagai alat pembayaran yang sah di negeri ini semakin tinggi saja standarnya. Hingga awal dekade 1990-an, kita masih mengenal uang logam Rp. 50 sebagai nominal terkecil (oleh orang Cina, Betawi dan Jakarta disebut “gocap”). Waktu itu, dengan uang sejumlah itu kita masih bisa membayar untuk satu gorengan: Singkong goreng, ubi goreng, atau bakwan. Adapun uang logam Rp. 25 sudah tidak terlihat namun masih memiliki nilai bayar—minimal seharga satu buah permen dan biasanya orang membeli 2 atau 4 permen sekaligus. Sebelumnya pada awal dekade 1980-an, nominal terkecil adalah Rp. 5 dan Rp. 10 (oleh orang Cina, Betawi dan Jakarta disebut “gotun” dan “captun”),...